Nunik Permata terlahir sebagai anak terbelakang mental. Umur delapan tahun tapi perilakunya mirip balita. Sebagi kakaknya, Dinah sangat menyayangi Nunik. Meskipun Nunik sering bikin kesal, kecewa sekaligus mengibakan. Dinah selalu yakin, Nunik memiliki bakat yang luar biasa. Lukisan-lukisan Nunik sangat ekspresif, indah. Dengan bimbingan Paman Darli, pelukis senior, Nunik mengembangkan bakatnya…
Mengangkat tema ketangguhan perempuan desa yang gigih mengejar mimpi dan bertahan di tengah pedihnya kehidupan, sekaligus menjadi inspirasi bagi para pembaca untuk tetap kuat dan mandiri