Buku ini mengisahkan sisi dilematis dari Pangeran Diponegoro (Raden Mas Ontowiryo), seorang bangsawan Kesultanan Yogyakarta yang memilih melepas posisi serta kenyamanan istana (tahta) demi memimpin perlawanan melawan ketidakadilan dan cengkraman kekuasaan kolonial Belanda dalam Perang Jawa (1825–1830).